Friday, June 20, 2025

Mental Miskin

Setiap manusia mempunyai cerita nya masing - masing, baik atau buruk, indah atau jelek, idaman atau hinaan dan hitam atau putih tidak akan pernah mampu menjelaskan suatu cerita hidup begitu saja. Latar belakang, waktu dan tempat mempunyai peran penting terhadap bagaimana menilai suatu cerita. Siapa pun mempunyai ambiguitas dan tendensi bermacam pula sehingga satuan nya menjadi sulit untuk diseragamkan dan dinilai. Maka itu menjadi tidak mungkin untuk menilai kehidupan orang lain secara utuh, kita hanya mampu memetik beberapa nilai dari potongan - potongan cerita nya saja.

Namun dalam ketidakmungkinan itu, tetap saja ada pikiran - pikiran terpenjara yang berusaha untuk menilai cerita itu. Mereka itu bermental miskin, sebab mereka tidak mampu menggapai pemahaman bahwa relativitas itu mutlak. Minim nya mentalitas, mengacaukan pikiran mereka sehingga sampai pada kesimpulan bahwa di antara kelas kehidupan sosial, mereka berada di dasar pokok nya dan mampu melihat secara jelas gejolak dan gemerlap kehidupan yang menurut opini mereka, berada di atas nya. Mereka tidak sadar bahwa kelas sosial kehidupan memiliki multi dimensi yang rumit.

Ada satu kutipan yang sangat bermakna bagi gue, "Do not argue with stupid people, they will drag you down to their level and beat you with experience".

Gue pernah berada di posisi yang sama. Seperti dulu, gue menganggap bahwa orang - orang yang berjalan - jalan di mall itu hanya membuang waktu dan tidak produktif. Sampai suatu ketika gue bertemu dengan banyak orang yang melakukan itu dan gue sadar, mereka sangat mengenal pasar, mereka tau harga baik, mereka mengerti menilai suatu kualitas, pada akhirnya, mereka lebih mengerti hemat berbelanja.

Manusia tumbuh atas suatu nilai, menjadi tantangan dalam cerita hidup nya untuk mempelajari nilai baru dan menguji nilai yang dimiliki nya. Sebab apabila gagal dilakukan nya, manusia tidak memiliki nilai. Mereka adalah orang - orang yang bermental miskin. Nilai tersebut dipengaruhi kuat oleh latar belakang, waktu dan tempat. Soekarno pada masa nya dinilai oleh orang Indonesia sebagai bapak bangsa, mempunyai pengaruh kuat di mata internasional, padahal di mata internasional Soekarno diangap ancaman sebab pada masa perang dingin beliau bermain dua kaki, mengancam barat dan harmonis dengan komunis, sejarah membuktikan dalam cerita kejatuhan beliau, pihak asing bermain peran. Kedua subyektifitas tersebut adalah cerita sejarah betapa rumit nya dimensi cerita hidup.

Tidak ada yang mampu mengubah mental miskin, kecuali manusia itu sendiri. Berhati - hati lah jika bertemu dengan salah satu di antara nya, dan berhati - hati pula agar tidak menjadi satu di antara nya.

Thursday, May 23, 2024

Why is it important to go to School?

We are on the midst of era, where everyone is able to get any information they need. It is easy-fast to grab, and unlimited. But no one is sure, whether it is fact, actual, valid, nothing at all. We are dumped with millions informations from unlimited point of view. Many of them are similiar, even mixed-up, against one on the another. It is almost impossible to stay accurate.

So, still we are on the question on why is school still relevant? 

If someone really being in the school, with a good teacher and good class atmosphere, we would be able to achieve a discussion of knowledge. Everyone being able to share their knowledge, being developed to certain understanding of something. Then we are learning.

People might experience better in real life, but in the school and books, we avoid many useless failures. For so many people have experienced it, and so come as lesson. Better than start from nothing!

So i keep that on my mind, that i want, need and have to go to school with question of things i have learned. School would be useless if we come with nothing to bring with.

Wednesday, April 3, 2024

Naurielle Charlotte

Obsesi gue ketika punya anak adalah menamai mereka menggunakan pattern <Nama Malaikat> dan <Nama Ratu / Raja>. Satu hal kebiasaan lainnya adalah, di keluarga besar gue terdapat adat dimana anak yang baru lahir diberi nama keluarga pendahulunya. Entah kakek, nenek, paman, tante, kakak-beradik kakek / nenek atau entah susunan keluarga yang kian rumit. Sebagai pengenal, memoriam pada keluarga yang terpisah oleh waktu  dan ruang.

Nama gue sendiri, Siby adalah nama keluarga nenek dari oma gue. Rumit bukan? Di keluarga nya dulu hanya ada anak perempuan, akibat adat patriarki, nama keluarga nya hilang. Nama gue menjadi memoriam bahwa kami masih memiliki kekerabatan dengan siapapun bernama belakang Siby. Tidak melulu nama keluarga, om gue salah satunya diberi nama adik oma gue. Adiknya meninggal di usia muda, padahal hubungan mereka erat dibanding kakak beradik lainnya. 

Kedua dasar tadi gue jadikan pedoman dalam menyusun nama anak, walaupun realita tidak seidealisme seperti itu. Istri gue memiliki ide tersendiri. Tidak serumit gue, pun begitu menjadi elemen tersendiri, Narel, begitu lah sebagaimana keinginan nya.

Naurielle sendiri adalah hasil kombinasi nama itu dengan nama malaikat Uriel. Uriel adalah 1 dari 4 malaikat agung. Uriel bermakna Tuhan cahayaku, di antara 3 yang lain, pemaknaannya gue rasa paling tepat untuk anak perempuan.

Tidak seperti gue atau saudara gue yang lain dengan suku kata nama begitu banyak, gue tahu kesulitannya hidup dengan itu. Gue mengusahakan nama kedua menjadi kombinasi lagi, kebetulan nama oma Dian sesuai dengan itu. Salah satu di jaman modern ini adalah anak Pangeran William, Putri Diana. Nama Charlotte awam dipakai menjadi nama - nama keluarga kerajaan.

Kedua format itu sebetulnya ingin gue maknai menjadi doa untuk anak - anak gue. Messenger of God, the glory of human. Begitu lah gue ingin kehidupan anak - anak gue kelak.

Saturday, March 16, 2024

Menulis

Di antara sedikitnya rutinitas yang gue lakukan konsisten tahunan, menulis adalah kegiatan di antaranya. Menulis tidak hanya mencatat pemikiran gue sekarang, gue juga belajar menuangkan rasa syukur gue. Menulis bukan saja menjadi hobi namun refleksi hati dan pikiran gue.

Iya kesibukkan memang menyita pikiran gue untuk menulis, banyak momen yang sebetulnya terlewat untuk didokumentasikan tapi tak apalah, dari pada harus berhenti dan kehilangan momen lainnya di masa depan.

Gue baru saja membaca beberapa status baik instagram atau pun facebook, gue memang masih belajar Deutsch, maka itu gue berusaha menulis walaupun ternyata banyak gue temui banyak kesalahan. Begitu lah suka cita dalam menulis, setiap kesalahan, kecacatan kata dan gramatika biar menjadi relik proses pembelajaran. Biarlah terukir menjadi sebuah kisah.

Gue senang menulis, sebuah kegiatan yang masih mau gue lakukan mungkin sampai gue tua. Kerinduan gue sekarang adalah memperbaiki Deutsch gue lalu menyelesaikan studi master gue. Bukan untuk kebanggaan, seperti skripsi dulu, proses menyusun tulisan ilmiah menjadi rasa tersendiri bagi gue.

Kesenangan menuangkan isi pikiran gue dalam proyek terstruktur, dipresentasikan dan diperdebatkan adalah betul mengasyikkan. Perdebatan ilmiah tidak hanya membangun juga menyempurnakan alur berpikir gue dan sensasi untuk menulis kain menjadi jadi.

Kapan? Kapan ya gue bisa begitu. Gue sangat menantikan hari itu, gue gak mau berhenti, gue mau terus belajar, lalu menulis lagi.

Tuesday, February 13, 2024

Berkat #12

Hari ini gue secara resmi bekerja di Jerman. RESMI. Tadi siang gue baru saja mengurus izin kerja gue ke dinas imigrasi Jerman. Sungguh berkat luar biasa, gue pikir ini akan berlangsung larut, namun ternyata selesai begitu saja. Walaupun selanjutnya gue masih harus mengambil kartu tanda pengenal gue, tapi secara administratif proses nya selesai.

Gue sudah bisa mengundang Dian dan Naurielle ke Jerman, semua nya hanya tinggal masalah administratif sekarang. Rencana gue untuk membawa keluarga gue pada 27 Maret 2024 kian mendekati kenyataan. Betul memang ada pepatah, "Keberuntungan adalah peluang dan persiapan di waktu yang tepat". 

Adalah betul Jerman kekurangan tenaga kerja, adalah betul izin kerja Bluecard dibuka salah satunya untuk karir IT, adalah betul pula Jerman membuka peluang itu lebih lebar di 2024. TAPI, itu butuh pendidikan S1 yang diakui oleh pemerintah Jerman, itu butuh pula pengalaman kerja minimal 2 tahun. Gue mulai pendidikan S1 gue pada tahun 2012 lalu, begitu pula karir gue di tahun 2011. Berkat ini adalah buah yang ditanam tahunan, dijaga dan ditumbuhkembangkan.

Peluang datang di waktu yang tidak tentu, persiapan dilakukan setiap saat. Ironi kehidupan yang harus kita jalani hingga bertemu menjadi keberuntungan dan berbuah berkat.

Sedikit, sedikit lagi gue bisa berkumpul di sini, membangun rumah tangga yang baik dan nyaman. Sekitar 1 dekade ketakutan akan hidup yang mapan sekejab sirna. Selanjutnya pikiran gue yang gak pernah bisa diam mulai bergerak kembali, kehidupan pensiun apa yang akan gue mulai siapkan dari sekarang. Persiapan di usia 30 an awal ini, sampai nanti 30 tahunan ke depan masih boleh berkarya di Jerman (iya usia pensiun disini adalah 67 tahun), bersiap menjalani masa tua indah bersama Dian, menjalin hubungan harmonis bersama Naurielle dan keluarganya, juga mungkin adiknya Naurielle jika Tuhan masih beri kesempatan.

Bersiap mencari peluang masa tua, keberuntungan di akhir hidup. Mati beriman.

Wednesday, January 17, 2024

Segen #11

Ich machte meinen Urlaub nach Indonesien. Ich traf meine Frau und Tochter, meine Tochter ist mehr als meiner Gedanke wächst. Ich freue mich darüber. Wir aßen erst in einem Restaurant von einem Hotel, es war Restaurant mit einem Baby Shark Thema. Wir übernachtete dort auch, das Zimmer gabt auch gleich mit Baby Shark Thema.

Danach trafen wir uns alle große Familie. Beide meine und von meine Frau. Die waren ja gute Zeit. Obwohl ich Corona kriegte, ich glaube schon. Ich könnte nicht alle Geschmäcker schmecken. Das war aber leider, ich vermisse viele Indonesischesessen. Am Ende ging es traurig. Ich musste meine Familie wieder verabschieden. Das mag ich nicht, ich habe versprochen, dass das die letzte sein werde. Nächste Zeit werde ich mit meine Frau und Tochter nach Deutschland zusammen fliegen.

Am März würde ich mich meine Familie abholen, ich hoffe schon. Ich bereite schon unsere Wohnung vor, obwohl ich noch viele Möbel kaufen soll. Ich bin bereits, ich mache alle fertig und fest. Meine Firma wird mir viele Möbel geben, ich habe schon ein paar gekriegt. Gott sei Dank!

Ich habe noch Angst, dass meine Blaukartesantrag schlecht gehen würde. Ich will das nicht, aber wenn es passiert, dann musste ich andere Monat warten. Ich musste dann noch die Anerkennung machen. Ich hoffe, dass es nicht passiert.

28.03.2024 würde ich meine Familie nach Deutschland abholen das ist mein Versprechen!

Friday, October 27, 2023

Segen #10

Ab 26.10.2023 arbeite ich vollzeit als IT Administrator in Deutschland. Ich habe so hart angefangen. Ich musste als andere Arbeit arbeiten. Ich freute mich nicht darüber. Ich war so traurig, jetzt bin ich glücklich. Die Arbeit war nicht schlimm, aber die ist nicht die Arbeit, die ich will. Ich verstehe jetzt, warum wir unsere lieblige Arbeit arbeiten müssen.

Ich kriege auch die Chance, um eine Blaukarte zu bekommen. Mein heutiger Firma wird mir die Blaukarte zu beantragen helfen. Ich kriege auch gutes Gehalt dafür. Nächstes Jahr werde ich mit meiner Familie zusammen wohnen.

Ich lerne noch Deutsch. Ich freue mich auf meiner Deutschlehrerin, weil ich viele Entwicklungen mit ihr zusammen erfahre. Ich fange meinen Deutschkurs an, dann habe ich meine Ausbildung in Deutschland gekriegt. Ich mache weiter, darum habe ich Ausbildung in guter Firma gekriegt. Ich habe fast gekündigt aber dann kriege ich die Chance direkt zu arbeiten, ohne Ausbildung abzuschließen.

Ich nehme noch den Kurs teil und ich glaube, dass ich meine Deutsch verbessern werde.

Tuesday, January 24, 2023

Berkat #9

Gue sangat bersyukur tentang apa yang gue rasakan belakangan. Perkembangan Naurielle yang selalu menakjubkan, kini mulai menjadi biasa. Begitu pun dengan proses gue ke Jerman, tanggal 17 Januari 2023 kemarin gue baru saja melakukan uji ulang. Itu merupakan batu sandungan gue kemarin, jika saja bukan karena itu.. hari ini mungkin gue sudah di Jerman. Demi hanya memperbarui usia Goethe Zertifikat gue. 

Tanggal 20 Januari 2023 kemarin gue juga baru saja tampil mewakili kantor gue sebagai grup choir acara natal yang diadakan oleh OJK bagi industri non bank. Gue dan Dian, bersama rekan kantor lain menyanyikan lagu "When I Think Upon Christmas". Suatu kesempatan yang menarik bagi gue yang selalu menghindari bernyanyi, kali itu gue melakukannya di depan khalayak. Gue juga mendapatkan berkat dari Tuhan melalui bos gue, usaha gue untuk bekerja dengan baik ternyata menyentuh nurani orang lain.

Singkat kata gue puas. Bersyukur bahwa hidup tidak melulu harus megah dan ria, biasa saja juga indah. Gue mulai bisa menikmati hal - hal kecil, menyadari berkat itu ternyata harus tepat waktu juga. Setiap momen yang berlangsung dinikmati dengan seksama. Being present! Gue gak tau bagaimana menyampaikan dalam bahasa Indonesia.

Di waktu ini adalah masa tenang. Momen yang gue sebut di atas sudah berlalu, bukan berarti berakhir. Persiapan nya sudah direncanakan, eksekusi nya sudah dikerjakan.. sisa nya hanya menikmati setiap seluk beluk indah dan buruk nya.

Sungguh suatu berkat bisa merasakan ini. Mengingat kembali kenapa gue mencintai Dian, mengambil nafas di hiruk pikuk hiperaktif Naurielle, menyadari ketangguhan dia mungkin akan dilabeli bandel, nakal dan tanda buruk lain nya sebagaimana gue kecil dulu oleh orang - orang tua di sekitar gue. Tidak, Naurielle adalah anak yang ulet, tekad nya bulat, niat nya kuat.. begitu lah gue akan mengarahkan dia menjadi pribadi ke depan nya. Naurielle akan mengerti, bisa dan kuat dalam mencapai kebahagian nya, gue dan Dian akan memastikan itu. Iya gue lagi menikmati pedas manis nya kekeraskepalaan Naurielle.

Thursday, December 1, 2022

Blessing #8

No Papi! Tidak, Papi Salah!

Wow! Those are the words Naurielle has been saying these days. Then she corrected me right away. First time i heard it, i was freezed for a moment. Knowing Naurielle understand how things supposed to be, how she corrects me.. she grows more than i can handle.

I am quite a talk-active with Naurielle, i've mentioned it so many times. I correct her when she was wrong, i try to explain with words she can understand. I know, that kid is a very good copy-cat of their parent. But this is just too far. I am totally grateful of what can she do.

She ain't just know what is right, but to correct is totally different thing. She knows what is wrong, what is proper and the encouragement to say it loud mean much to me. I always believe Naurielle will grow to be a happy person. I do everything for that.

I'm not pushing her to be success, smart or someone to be proud of with people. I always encourage her to understand what she does want, say it, pursue it and feel grateful for it. This little growth just shows me so and motivate me to do more for Naurielle is growing still.

Monday, November 28, 2022

Disappointment

I am a disappointed person. I am being disappointed so many times in my life. I always ask why? Am i too spoiled? I don't know.

But a disappointment always puts me in very bad mood and the worst part is sadness, it comes twice if person i trust disappointed me. I don't want to be this kind of person anymore. In exchange, i don't expect much things from people.. but it also turns back on me, i don't build connection with people. I restrict my relationship with other people.

I wish i could be grown enough to handle disappointment. But how could that be? I don't know how? Or even to understand the necessity of it.

Is my heart broken? Am i not healed enough? What pain from the past makes me today? I want to let it go. Sometimes "the pain" hurts people i care too. I don't know to whom i talk this things to. I might be feeling relieved when i pour it out in conversation, but in the end, i am just too good to define things with words, but expressing feelings.

Yeah like what i describe here, it explained well.. tho i know nothing bout it. The journey is just long still. Hope one day i can resolve this and my beloved family are still there too to witness it.

Monday, October 24, 2022

Berkat #7

Minggu, 15 Januari 2023.

Itu adalah hari pertama gue memulai Ausbildung. Entah kapan mimpi ke Jerman terbesit di pikiran gue, dulu Nyokap gue cuma menawari untuk kuliah di Belanda. Pencarian kampus gue untuk tawaran Nyokap itu, justru malah berakhir untuk gue ke Jerman. 2011 gue lulus SMK, sekitar itu lah pencarian gue dimulai. Sekitar itu lah bayangan berkarir di Jerman tertanam di benak gue. Sekilat apa pikiran itu muncul di otak gue, tiba - tiba berani punya pikiran untuk ke negeri yang tidak pernah gue ketahui seluk beluk nya. Tidak tahu.

Mimpi itu bukan semata menjadi khayalan siang bolong, konon katanya lebih mudah applying master dibanding bachelor di Jerman. Kualitas S1 Indonesia boleh bersaing dengan Jerman katanya. Gue putuskan ambil bachelor di Indonesia, Universitas Gunadarma. Top of mind waktu itu, punya kelas karyawan untuk gue yang harus bekerja demi membayar SPP nya. Karir di Indonesia gak pernah gue pikirkan begitu keras, hidup gue di Jerman bukan di Indonesia.. walaupun today gue punya pekerjaan yang cukup baik dengan prospek karir yang lumayan menjamin. Who knows!? Terlepas begitu, gue percaya bahwa gue adalah seorang profesional. Hasil kerja gue harus baik dan bagus, begitu lah gue mendapat kesempatan karir sampai sekarang.

Selesai kuliah, ekonomi gue membaik. Tidak ada lagi menabung untuk SPP, gue bisa daftar Deutschkurs di Goethe Institut dengan biaya yang hampir sama dengan SPP kuliah. Selesai sampai level A2 dan terputus di B1 awal. Mulai dari 2016 - 2017. Pekerjaan menuntut gue menghentikan itu, serangan siber brutal Wannacry lumayan menyita waktu after office gue. Semua terkubur begitu saja menjadi impian lagi.

Sepanjang itu pun Tuhan selalu mendekatkan gue dengan orang - orang yang mau pergi ke Jerman. Salah satu nya sepupu gue, tahun 2018 gue tau Lili daftar Ausbildung lewat agency, disusul adiknya Stefi. Gue yang sudah terdogma bahwa agent itu gak efektif dan sebetulnya bisa dilakukan sendiri, menyepelekan apa yang Lili lakukan. Gue juga sudah pernah mencoba daftar Ausbildung sendiri sebelumnya dan tentu gagal karena selalu dengan tuntutan berdomisili Jerman. Suka cita mengetahui berbagi mimpi dengan sepupu gue, menyemangati gue untuk berbagi ilmu Deutsch ke mereka.

Tahun berlalu karena gue fokus dengan pernikahan mulai 2018 sampai 2020. Di 2020 akhir tiba - tiba mendapat kabar yang sangat mengejutkan. Stefi berangkat ke Jerman. Yup! Agent Lili dulu ternyata bukan cuma karang - karang. Disusul Lili berangkat Januari 2021. Dafuq! Perasaan gue campur aduk antara suka cita dan kecemburuan. Diskusi panjang akhirnya Dian berhasil mendorong gue supaya mengikuti jejak mereka dan mengubah dogma yang gue percayai terhadap agency.

Merangkak, perlahan gue pelajari lagi A2 gue yang sudah mulai lupa. Mengejar B1 yang dulu sempat gue pelajari sedikit. November 2021 gue berhasil mendapatkan sertifikat B1, minus 1 modul. Februari 2022 lengkap semuanya. Lalu gue daftar di agent yang sama dengan Stefi dan Lili, tanpa pikir panjang, riset dan perbandingan dengan agent lain. Bulan berlalu, hampir berganti tahun.. gue yang mulai khawatir, kenapa memakan waktu begitu lama akhirnya terjawab.

Di awal tahun depan, Minggu, 15 Januari 2023.. Ausbildung itu dimulai, karir di Jerman dirintis. Beban nya akan berat, kehidupan layak harus disiapkan sebelum Ausbildung selesai untuk Dian dan Naurielle susul gue ke sana. Jauh sebelum itu, gue harus melepaskan pekerjaan gue di Indonesia. Memiliki karir yang bagus seperti pisau bermata dua, perusahaan gue sekarang betul sangat bergantung dengan tanggung jawab gue. Entah bagaimana cara nya melepaskan baik semua itu dengan ekspektasi yang tinggi terhadap gue. Oh Tuhan.

Monday, September 12, 2022

Berkat #6

Naurielle spesial, beberapa di antara nya adalah murni berkat Tuhan. Naurielle dulu adalah janin yang dinyatakan normal gugur nya oleh dokter obgyn senior di satu rsia yang cukup terkenal, tapi gue dan Dian menolak pernyataan itu. Bulan - bulan awal kehamilan, ancaman gugur selalu datang. Keringkihan bukan pada janin, bukan pula Dian. Kedua nya sama - sama bertahan baik di masa sulit.

Tidak selesai disitu, semester akhir masa kandung nya.. Dian diterpa covid19. Kami menghabiskan ratusan juta untuk itu, anti biotik harga jutaan sekali injeksi terpaksa kami beli. Di seluruh masa sulit itu kebaikan Tuhan mempertemukan kami dengan dr. Denny Khusen. Dokter yang baik, sangat baik! Perhatian dan pengertian.

Dr. Denny betul memerhatikan Dian, konsultasi di luar jam praktek dilakukannya.. artinya tidak dipungut biaya. Beberapa administrasi rumah sakit dipercepat dan dibantu nya, dengan hak otoritas nya sebagai kepala poli obgyn. Iya kepala poli obgyn, tapi tebak dimana pertama kali kami bertemu beliau? Dalam upaya kami mencari 4D USG, yang dokter obgyn Dian sebelumnya tidak menyanggupi. Kami mencoba satu klinik yang menumpang praktik di apotek. Beliau cuma praktek 1 hari seminggu disitu.

Dari yang awal nya kami kesulitan dalam menemukan dokter obgyn yang informatif dan perhatian, atas sulit nya kuartal awal kandungan Naurielle.. kami dibuat bosan oleh betapa informatif nya dr. Denny. Setiap bulan pemeriksaan begitu detail sampai informasi nya berulang dengan waktu periksa sesi sebelum nya.. tapi begitu lah beliau, perhatian nya terhadap edukasi kami sebagai orang tua benar - benar konsisten. Dr. Denny Khusen adalah jawaban gue atas setiap orang tua yang menanyakan dokter obgyn rekomendasi.

Rumah sakit tempat Naurielle lahir baru didirikan beberapa bulan sebelum kami bertemu dr. Denny. Naurielle adalah pasien pertama yang ditangani mereka. Kala itu kami gunakan fasilitas kelas 2, namun karena rs tersebut baru, kami menjadi satu - satu nya yang dilayani.. terlepas ada nya pasien “sakit” lain. Perhatian suster, bidan dan dokter cukup tinggi untuk Naurielle dan Dian, kamar juga hanya berisi kami saja. Fasilitas kelas 2 betul - betul terasa seperti vvip.

Sekarang Naurielle sudah hampir 2 tahun. Entah betapa banyak nya berkat yang hadir sampai hari ini. Naurielle sudah sekolah, berkat gue dicukupi untuk menyekolahkan di sekolah yang bagus. Naurielle cukup mendominasi kelas, murid nya juga cuma 3 sih hehe.. anyway dominasi yang gue maksud adalah, baik nya fokus Naurielle dalam mengikuti agenda kelas nya. Naurielle cukup aktif dan gue banyak mendukung itu. Gue yang introvert menjadi sangat bawel dalam berkomunikasi dengan Naurielle. Gue sendiri bahkan menahan komunikasi dengan Dian di tempat umum, deep talk cuma gue lakukan di restoran, kamar dan tempat eksklusif lain nya.

Limitasi itu hilang dengan Naurielle. Tinggi nya intensitas gue dalam membuka peluang Naurielle menjadi diri nya sendiri, membuat dia jadi pribadi yang sangat terbuka dan berani. Tak heran di sekolah dia lebih mudah beradaptasi. Tidak semata - mata karena Naurielle anak yang aktif dan bawel. Di lingkungan baru Naurielle cenderung menjadi observer dibanding explorer, ya peran gue sebagai Papi nya adalah menuntun nya beradaptasi. Guru Naurielle di sekolah selalu menggandeng dia, sebagai murid yang bisa menjalankan alur kelas di tengah anak yang masih berusaha beradaptasi. 

Lagi - lagi Naurielle mendapatkan perhatian yang lebih dari guru nya. Kemarin adalah hari yang spesial untuk Naurielle, in some ways.. teman sekolah Naurielle tidak ada yang hadir, tidak ada anak trial class, tema warna hari itu adalah pink (warna favorit Naurielle). Kelas kemarin betul - betul spesial untuk Naurielle. Gue bersyukur bisa dan mampu menyekolahkan Naurielle. Gue akan bahas ini di artikel lain.

Sebulan lagi Naurielle ulang tahun, Rabu ini rencana nya gue akan mendapat kepastian interview untuk lanjut kerja di Jerman, seminggu kemudian gue akan dapat kontrak kerja lalu paralel mengurus visa. Gue akan berpisah dengan Naurielle 3 tahun ke depan, setahun sekali pastinya gue pulang. Hari - hari bersama Naurielle bisa gue lanjut ketika dia berumur 5 tahun. Doa gue, di tengah ketidakhadiran gue di hari - hari Naurielle, Tuhan tetap buat dia bahagia, sehat dan semakin pintar. Gue cukup pede Naurielle hari ini cukup kuat dengan didikan gue, entah 3 tahun ke depan dia seperti apa. Gue percaya Dian, di 2 tahun asuhan bersama, dia memahami jalan pikir gue.

Tuesday, August 9, 2022

Blessing #5

I got trusted by many of my colleagues and superiors. It is confirmed. I got few compliments by them too, even undirectly. They aren't something i can be proud of, they are all something i've made these past 9 years in my work. I am working not for pleasing people, i believe myself is a professional. People can trust me because i have good deeds, i am honest, i am listener, my work is confidently proven and i work to build my surroundings, not just me. I believe a better workplace, make a better me too.

When we work together, i can get my objectives done.. so i need to take my colleagues sympathy. I make them believe my work can improve their work better, more effective and efficient. Today i heard that my director gave me bigger role in the company. A business analyst. I feel really grateful about it.

Eventhough i feel bad for it too. I still don't know, when will i go to Germany. I still wait for my work contract for i make a visa appointment then returning my journey. Resigining from my work would be a very big turn in my life. I've been work there for a quite time; yeah i mentioned it before. I paid my college with sallary i earned there, i met my wife there, it helped me and my wife with our hospital bills and more. 

I just turned 29. A third of my life, i spend it there. Above all, big moments happened that time too. I've been thinking for making something special before resigning. With all problems occured, i plan a design that maybe could solve some. I keep thinking how i design it good, even when i leave, it should work. 

Thursday, July 28, 2022

Blessing #4

Each day, there are always new things Naurielle could share with, expression and character growth that i experience. The developments are obviously recognisable. It is true, being a parent really undescribable feelings. I am pretty sure it happens with every parent.

Something really brings me to feel this blessing as something very very special is her bond with me gets bolder and more. I love playing with Naurielle, cuddling and tickling her. All just to laugh together. When she laughs, i see through her eyes, i sense pure happiness.

I never seen such smile eyes before. One that so real. I want nothing from Naurielle but her happiness. I hope God make me wise enough to rise her and so i surrender Naurielle safety to God. For i will never be enough to keep her safe. Her heart and physical are just too special for me, a mere father. All i wish, God give me a life good enough that fulfill with Dian and Naurielle smile (or maybe plus another Naurielle's siblings lol)

Saturday, July 16, 2022

Berkat #3

Beberapa hari ini cukup menyenangkan. Gue udah mulai kembali ke kantor, kembali ke rutinitas normal. Setelah 2 tahun belakangan harus dalam banyak waktu kerja di rumah dan cukup mengubah gaya hidup yang lebih mirip "pengangguran". Bukan berarti gue gak kerja, tapi tidak bisa dipungkiri punya Naurielle cukup membagi konsentrasi gue walaupun Dian lebih banyak meluangkan waktu mengasuh anak.

Jam bangun gue dan Dian jadi cukup teratur, karena kami harus bersiap ke kantor dan juga harus meninggalkan Naurielle dengan kondisi kenyang dan sudah mandi. Begitu pun jadwal laundri gue. Kelelahan perjalanan kantor juga membuat tidur malam jadi teratur. 

Hari - hari bersama Naurielle yang dulu intensitas nya tinggi yang mengakibatkan gue sedikit tidak acuh ke dia, jadi gue maksimalkan di pagi dan malam hari. Somehow Nyokap gue bisa memberikan vibes baik buat Naurielle, setiap gue pulang kerja ada aja hal baru yang Naurielle bisa, ada aja pengalaman baru yang Naurielle bisa bagi ke gue. Jarak membuat perkembangan Naurielle lebih bisa terlihat oleh gue dan waktu bersama nya lebih gue hargai.

Selain itu, berkat yang memotivasi gue untuk menuliskan semua berkat - berkat lainnya adalah beberapa lagu yang lumayan baru dikeluarkan oleh musisi yang gue sukai. Sebut saja Coldplay, di tengah marak nya pemberitaan Citayam Fashion Show, band ini mengeluarkan lagu berjudul Biutyful. Just how the irony happened. Ketika masyarakat sedang ramai membadutkan orang sub urban dengan label "Citayam" yang memenuhi Sudirman dengan uniquely fail fashion nya, Coldplay menghebohkan dunia dengan lagu bertema weirdos. Lagu itu menyiratkan tentang "makhluk" yang tidak diterima dimana mana karena perbedaanya dengan khalayak manusia, namun sesungguhnya mereka indah juga. The song was beautifully and lovely composed! Mendengarnya membuat nyaman dan penuh cinta.

Lalu baru ini juga, gue mendengar lagu dari Ardhito Pramono. Sempat kaget sebetulnya, setelah dia diberitakan ditangkap polisi karena narkoba. Gue gak begitu mengikuti kehidupan personal nya, maka itu cukup kaget ketika menemukan lagu baru nya yang sudah semingguan dikeluarkan. Gue selalu suka musik modern yang bisa membawa nuansa etnis lokal, tembang Jawa terdengar megah dan sakral dipadukan dengan nada modern yang populer dan lumrah.


Lagu ini tentang keresahan yang disampaikan dengan indah; mirip seperti lagu Biutyful tadi. Di tengah kultur pop yang merajalela, dimana trend musik nusantara dipenuhi musik yang asal hits, lagu ini menyegarkan identitas musik Indonesia. Senang masih bisa menikmati musik Indonesia yang seperti ini.

Last but not least!!!

Ini bukan lagu baru sebetulnya, rekan sekantor gue memasang lagu Maliq & D'Essentials, menimbulkan rasa penasaran gue atas kabar band tersebut. Gue cek youtube nya, 2018 lalu mereka mengeluarkan album yang salah satu lagu nya bikin gue baper. Judulnya Idola. Iya! Tema nya klasik, tentang anak dan bapak nya. Klip video nya menceritakan tentang ayah tuna netra dengan anak perempuannya. Di awal lagu keterbatasan sang ayah ditutupi dengan perlahan dibuka sampai akhir klip. 

Gue orang yang cukup sombong dan besar kepala, gue bukan siapa - siapa sebetulnya, tapi justru karena itu gue meninggikan ego gue. Menjadi ayah benar - benar menghancurkan semua itu. Tembok yang gue bangun untuk meninggikan ego dan menjadi benteng pertahanan gue, lebur ketika ada Naurielle. Tentang betapa Tuhan tampar gue. Lagu dan klip video tersebut sedikit memberikan visual tentang apa yang gue rasakan. Bagaimana dalam kekurangan lo, lo adalah idola anak lo.. bahwa lo adalah papi nya dan itu lebih dari cukup untuk menjelaskan kespesialan lo. Naurielle bertumbuh dan gue menua, bersama belajar menjadi pribadi yang lebih baik.


Wednesday, February 16, 2022

Berkat #2

Tahun ini luar biasa, promosi gue berhasil.. setelah kerja 9 tahun akhirnya gue mendapatkan apresiasi dan kepercayaan dari perusahaan gue kerja. Gak cuma berhenti di situ, suddenly progres gue ke Jerman makin nyata. Goethe Zertifikat B1 sudah di tangan, dokumen sudah ditranslate ke bahasa Jerman dan segala perintilannya sedang gue siapkan paralel. Siapa yang sangka gue tahun ini akhirnya menginjakkan kaki di Jerman. Gue gak berani bilang pasti, tapi gue beriman begitu.

Semua berjalan begitu baik, gue kemarin baru pulang liburan sama Dian dan Naurielle. Di waktu gue yang tipis karena gue barengi dengan karir di Jakarta dan mimpi ke Jerman, gue bisa menghabiskan waktu sama keluarga. Terutama Naurielle, gue tinggalin dia gak sebentar, masa kecilnya gak akan gue nikmati penuh. Bersama Dian akan ada selalu komunikasi yang bisa kita jalin walau berjarak. Keduanya tetap disayangkan. Gue cuma berharap kelapangan hati kita di beberapa tahun ke depan bisa jadi kenangan di masa tua dengan jaminan hidup untuk gue dan keluarga gue.

Anyway! Back to topic...

Gue kemarin ke puncak, kita ke Cimori Farmhouse.. iya begitu banyak drama urusan transportasi. Akhirnya kita tetap sampai dan bisa nikmati waktu sama - sama. Naurielle bisa main sama beberapa hewan ternak yang selama ini dia liat di youtube nya aja. Pulang dari situ, berselang berapa hari kita ke Anyer. Kenalin Naurielle pantai dan nostalgia vibes honeymoon sama Dian.


Asik ya!?? Gue betul - betul gak mau kehilangan waktu bersama keluarga muda gue ini. Selagi ada waktu (dan uang tentunyaa wkwkw) akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Berkat lainnya adalah atas rentetan agenda kita di area publik tersebut, kita sampai sekarang covid free. Padahal masa itu lagi mulai tinggi hingga beberapa hari kita pulang, PPKM naik ke level 3 lagi. Puji Tuhan gue dan Dian udah vaksin booster dan kabar baik lainnya Pfizer sedang ngebut betul untuk release vaksin covid balita. Walaupun terakhir gue baca oleh FDA ditunda lagi, setidaknya kemungkinan besar tahun ini Naurielle juga udah bisa vaksin covid.


Thursday, December 23, 2021

Berkat #1

Hari - hari ini gue merasa berat dalam menjalani hidup, uang seperti tidak pernah cukup walaupun gue udah dapet berkat berlebih. Ini kali pertama gue berusaha resolve sama diri gue sendiri setelah beberapa perubahan besar dalam hidup. Gue kemarin baru dapat THR, yup menjelang Natal. Sebelumnya gue baru saja kehilangan salah satu orang yang gue sayangi, Om gue, karena covid. Om gue meninggalkan 2 adik sepupu gue yang masih kecil, pada THR kemarin gue berkesempatan untuk membagi berkat. Gue bayarin beberapa tunggakan sekolahnya, habisnya cukup lumayan, apalagi setelah gue mengeluh tentang jeleknya manajemen keuangan gue akhir - akhir ini.

Well who knows? Suddenly direksi gue panggil, beliau bagi gue berkat. Sepuluh kali lipat dari yang gue bisa kasih ke adek sepupu gue. Gue gak tau harus bilang apa, gue juga sudah menolak dengan terang - terangan dan halus. Gue gak tau harus berkata apa. Apa ini karma? Tabur tuai? The hell know!? Gue akan terus tulis berkat - berkat gue disini, pun yang tertulis tidak sama sekali merepresentasikan seluruh berkat yang gue punya. Cerita - cerita disini adalah hal yang gue harus catatkan, yang tidak hanya gue syukuri tapi gue inget. Terima kasih.

Friday, August 27, 2021

Kritis Diri

Menjadi kritis di era digital ini semakin kian mudah, informasi yang berlimpahan dari yang sampah sampai yang paling berharga. Semuanya terpampang dalam sajian - sajian yang memancing rasa keingintahuan kita, walaupun Indonesia salah satu negara yang minat bacanya rendah namun tidak menjadi halangan itu mereka "memakan" click-bait pembuat konten. Seperti kasus Ahok, beliau dipenjara karena menista agama namun si pembuat konten, Buni Yani, juga dipenjara karena UU ITE. 

Kita bertanya - tanya, dalam kasus itu saja si pembuat berita dan yang disangkutkan namanya dipidana juga. Lantas bagaimana seharusnya?

Indonesia menjadi korban penjajahan pihak asing sejak dulu, divide et impera menjadi senjata andalan untuk meredam perjuangan. Membenturkan antar tetangga atas tendensi pribadi yang menjadi masalah khalayak, itu mungkin sejarah namun kenyatannya masih sangat laris sekarang. Menurut riset yang dirilis Microsoft, netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Sehingga tidak aneh bagi penjajah dulu untuk memainkan cibiran kita kepada saudara kita sendiri. Tidak ada bukti riil sebetulnya korelasi antara sejarah kelam dan riset tersebut, namun menurut gue era digital baru saja mengekspos kenyatannya.

Di era digital kita semua bermain peran menjadi sumber informasi, kemudahan akses membuat opini kita sanggup dikonsumsi banyak orang. Begitu banyak kritik yang disampaikan kepada berbagai aspek kehidupan, baik kepemimpinan, kondisi hidup dan banyak persoalan umum namun dengan kecatatan - kecatatan logika yang begitu kontras. Membuat gue kembali bertanya, apakah mereka sudah berpikir sebelum mempublikasikan hal tersebut?

Gue sendiri banyak menemukan hal ini berseliweran di dunia maya. Beberapa contoh di antaranya seorang yang anti hutang atas dalil agamanya menguraikan ruginya kredit kendaraan bermotor, membandingkan total kredit (DP + seluruh kredit) dengan nilai kendaraan tanpa menghitung inflasi dan fungsi ekonomisnya. Nominal uang yang dipinjamnya dipaksakan masih sama nilainya dengan saat selesai masa kreditnya. Sebagai contoh dengan nominal IDR 8.000 dulu kita sanggup membeli semangkuk bakso, tapi sekarang nilainya sudah berubah menjadi IDR 15.000. Nominalnya meningkat tapi nilainya sama yaitu semangkuk bakso. 

Belum dari kredit tersebut kita bisa menghasilkan suatu manfaat, menjadi tukang ojek misalnya yang pada akhirnya memberikan nilai tambah.

Dalam lain waktu gue juga menemukan kritik terhadap presiden yang mirip seperti R*cky Gerung, memaksakan standar menurut logika nya. Apabila tidak memenuhi hal tersebut maka disebut bodoh, mengecualikan banyak aspek lain di sekitarnya. Ini tidak berarti logika nya keliru namun sama halnya dengan persoalan kredit tadi, orang lain dipaksa memasuki formulasi, opini atau pendapatnya yang lalu jika tidak memenuhi kriteria yang dia inginkan lantas dikritisi sebagai suatu kekeliruan.

Kritik sangat mudah disampaikan, atas kompleksitas informasi yang tersedia di banyak pilihan media yang kita gunakan dan pintarnya teknologi dalam mengemlompokkan minat konsumen maka pola pikir kita semakin mengerucut dan sempit. Tak heran melihat orang - orang terlihat pintar dengan kebodohannya sendiri. Orang semakin informatif namun bodoh, kita mungkin berpikir informasi membuka pikiran namun tidak sekarang.

Kesadaran untuk kritis terhadap diri sendiri masih sangat minim, memvalidasi informasi yang diterima, memeriksa fakta dari sumber yang tidak kita sukai, mengadu opini fakta antar sumber, berempati dari pihak yang tidak kita perkenankan atau meragukan pengetahuan yang kita percayai benar. Semua diolah bersama hal - hal yang kita ketahui, percayai dan sukai menjadi satu pola pikir yang selanjutnya boleh saja untuk dipublikasikan. Baik dalam ide, pesan, saran ataupun kritik.

Kritis diri akan menjadi sangat berguna bagi kita sendiri, selain data yang kita miliki semakin kaya, informasi yang kita miliki juga semakin faktual. Setiap pesan yang dimiliki baik yang disimpan sendiri maupun yang disampaikan kepada publik menjadi semakin berguna dan baik.


Saturday, August 7, 2021

Die Memoiren : Om Toe2

Hallo, es tut mir sehr leid und ich weiss nicht ja wie ich anfangen soll. Er war ein engagierter Mann, er war mein Onkel und mehr. Meine große Familie ist sehr nahe beieinander, Oma hat uns über die Familienbindung gut unterrichtet. Damals wenn ich kind war, ich habe mich sehr speziell zwischen ihnen gefühlt. Der Alteruntershied zwischen mir und meine junge Schwester und anderer junge Cousin waren sehr groß. Darum ich kleine Boss war, meine alter Cousins haben mich gewahrt, meine Tante und Onkel haben mich babygesittet und meine Oma war ja sehr gut um eine Oma zu sein. Alles ist gut gegangen, so wie irgendein Märchen dass du gehört hast und also ich habe spezielle Moments mit meinem Onkel (lies : tutu).

Ich habe nicht mein erste Gedächtnis mit Om Toe Toe erinnert, er war wegen seiner Karriere Verfolgung in Bali schon aus dem Haus. Doch hat es keine Zeit dauert, bis uns näher kammen. Meine Erinnerung verwechselt meinen früheste Moment mit ihm zu erinnern. Alles, was ich weiss dass irgendwie meine Eltern hat die Arbeitspflicht nach Bali. Er war ein Bali musiker, Musik spielen in der Nacht und am Tag hat er sich um mich in der meiste Zeit gekümmert, weil meine Eltern arbeiten.

Erinnerst du ein Tag, dass Papa und Mama überstunden gearbeitet haben, deshalb hat du mich bis spät in der Nach babygesittet? Ich war ein neugieriges Kind, du hast meine jede Frage bis dem Moment du hast mir gehaltet geanwortet, weil du schläfrig war. Vielleicht hast du den Moment vergessen, aber ich tue nicht. Der spiezielle Moment.

Irgendwann hast du mich mitgebracht, während deiner Jamming-Session in einem Cafè. Ich habe mich wegen deiner Musiksession gefreut. Ein schones Tag in einem Menteng Cafè hast du mich der Tour mitgebracht. Es hat drei Stocke gegeben. Die Erste war der Stock, den du die Musik gespielt hast. Ein reguläres Cafè mit dem Cowboy-Vibes. Ich habe deinen Auftritt dort gesehen, du hast sich trotz deinem einziger Anteil das Cola und das Sandwich mir geteilt. Die war ja ein Schmeichelhaft für dich und ich habe die nicht erhalten, doch du hast mir geteilt. Deshalb hast du nichts erhalten.

Die Tour hat vom zweite Stock angefangen, ein leerer Raum. Du hast gesagt, dass es unheimliche Moments gegeben hat, deswegen haben Sie das Raum nicht mehr benutzt. Doch hast du dort allein ohne die Störung des gemunkelten Geists geraucht.. darüber machen wir uns lustig.

Das oberste Stock, das dritte war eine Reggae-Bar. Es hat zu laut und rauchig gegeben und hat mir nicht gefallen. Doch du hast mir zu einiger deine Freunde vorgestellt, als wäre ich dein stolze Sohn.

Oder noch an anderem Tag, you hast mich abgeholt, you hast mir die Chance nicht für mich meine Schuluniform zu verändern gegeben. Plötzlich war es Regnet, wir haben deinen einzelne Regenmantel benutzt.. aber ich habe noch nicht dich gesagt, dass meine Hose total nass war. Ich hast wegen der totalen kalten Klimaanlage erfroren. Irgendwann habe ich an die Toillete gegangen, für ich habe die Hose auszugezogen und wurde warm. Danach habe ich zurück gegangen und dann ich habe deine Jamming-Session nochmal gesehen, während der habe ich dein Anteil Schmeichelhaft Cola getrunken.

Du verstehst nicht einfach, wie ich der Musik so gefällt habe. Du hast dich um mich gekümmert, du hast trotz deines nur Anteils mir dein Getränk und Essen geteilt. Du hast me geliebt, als wäre ich dein Sohn. Es ist unseres Bild, das in meiner Bali Tour gemacht wurden. Du hast wie immer mich abgeholt, wir haben zu das Dämmern untergehaltet und hast du mich vorbeigebracht im Hotel. Schau einfach wie schön wir sind.

Ich habe gewusst, dass ich dumm wäre. Ja hast du mir enttäuscht, doch du hast irgendwas Schlechtes nicht verdient, die ich habe dich getan. I habe spät zu deiner Einladung angekommen, wenn ich in meiner Bali Flitterwochen wäre. Ich habe einfach die Einladung für eine andere unnötige Sache verschoben. Doch hast du mich am Ende zu kommen verwaltet, es tut mir sehr leid für das, was passiert ist.

So hast du mir 5 Millionen verdankt und du kannst das in allem deinem Leben nicht zurückzahlen. Doch will ich zweimal zahlen und noch mehr für mich mit dir, einen andere Tag zu verbringen. Ich wäre unhöflich. In meinem Ärger habe ich unsere Beziehung abgeschnitten, aber wenn ich habe gesagt, was es tut mir leid, du hast einfach mich vergeben. Du hast mir gesagt, dass ich immer dein Sohn sein werden.

An meinem letzte Geburtstag hast du mir gratuliert, ich habe das kalt geantwortet.. doch hast du gesagt "my man.." dann habe ich nur gelesen. Sieh einfach, ich werde die unhöfliche Person zu meiner wichtige Person. Alles Märchen hat angefangen, die beim Kummer beenden würde. Ich hoffe dich in die Ruhe zu frieden. Ich hoffe allen Schmerzen, der du erduldet hast, alles weg ist. Ich verspreche es dir, dass ich deiner Kinder lieb habe, wie du mir lieb hatte. Ich bin ihre Bruder. Ich werde eine Vaterfigur, die sie verlieren and vermissen immer, ja dich.

Tuesday, January 12, 2021

Sedih

Hijrah dari Jakarta ke Jerman sudah menjadi mimpi gue sejak dulu. Melanjutkan studi S2 gue, lalu berkarir sebagai seorang profesional di perusahaan Jerman yang mapan. Sesekali berkontribusi pada dunia riset agar pengetahuan gue tetap diberi gizi. Begitu besar keinginan itu sampai sering kali gue tidak bersyukur akan berkat yang gue miliki sampai detik ini.

Hijrah ke Jerman bukan semata - mata impian, jaminan hidup lebih baik yang gue dambakan. Indonesia tidak seburuk itu, gue lahir dan besar dalam sistemnya. Namun memikirkan untuk membangun keluarga di dalam negeri ini sungguh rasanya tidak sanggup. Pendidikan yang mahal, rumah yang mahal dan pelayanan kesehatan yang kurang baik. Ketiga hal tersebut menjadi alasan mendasar impian yang menurut gue bisa dipenuhi di Jerman.

Tidak muluk - muluk sebetulnya, pendidikan di Jerman gratis dari KG sampai Postgraduate. Kultur gaya hidup yang lebih sehat dan pelayanan rumah sakit yang bagus ala negara - negara sosialis maju. Aset bukan hal yang gue dambakan, memiliki tempat tinggal yang layak buat keluarga gue itu lebih cukup. Kalau dipikir hal itu adalah cukup sederhana di Jerman, tapi mahal di Indonesia.

Kian lama mimpi itu terasa semakin hambar dan kabur, Siby yang dulu menggebu - gebu meraihnya terasa seperti orang asing sekarang. Dua sepupu gue sekarang sudah di Jerman atas impian yang sama, hijrah ke Jerman. Gue bahagia sekali bisa berbagi mimpi pada orang dekat gue, melihat mereka betul bahagia akan itu.. yang walaupun sebetulnya hati kecil gue bersedih. Perasaan iri itu nyata. Lalu gue kapan?

Gue punya keluarga kecil yang bahagia sekarang, sampai hari ini kebutuhan kami tercukupi dan kami bahagia. Karir gue juga perlahan terbangun, so far so good. Tidak ada masalah dalam hidup gue, kecuali hutang dampak pengobatan covid kemarin. Pun begitu gue optimis hutang itu terselesaikan. Lagi - lagi itu bukan alasan gue bersedih hari ini. Semua yang gue miliki hari ini luar biasa terbaik, things can‘t be better than this.

Dian dengan segala keberatannya tetap mendukung gue untuk ke Jerman, mengikuti langkah sepupu gue yang dimana adalah mukjizat atas segala kebuntuan gue tentang impian gue hijrah ke Jerman. Kami harus berpisah tahunan, kami sepakat hutang dibebankan atas namanya supaya gue bebas melenggang ke Jerman. Tuhan baik, luar biasa baik. Gue berjanji segala pemenuhan hidup dan penyelesaian hutang akan gue penuhi dari Jerman. Nanti semua selesai dan gue mapan, gue bisa dengan penuh kebahagiaan membawa Dian dan Naurielle ikut hijrah ke Jerman.

Kesedihan itu ada dan terus membayang, hari ini kesedihan gue timbul karena keirian bahwa kedua sepupu gue sebetulnya baru - baru saja mau hijrah ke Jerman dibanding gue.. bahkan gue ikut mengajari mereka dasar - dasar Deutsch juga meminjamkan buku les gue. Lantas malah mereka yang sudah berangkat duluan. Tapi apa lah itu!? Tiap - tiap orang ada kesusahannya sendiri, tidak pantas gue membandingkan. Sungguh bukan mentalitas orang yang berniat menjalani gaya hidup orang Jerman yang rasionalis. Lagipula apabila gue tidak pernah berbagi pada mereka, tidak ada mereka yang menjadikan mimpi ini terasa nyata kembali.

Gue harus belajar menangani kesedihan gue sambil menata hidup yang lebih baik demi hari ini dan masa depan gue. Dipikir - pikir pula, besok ada kesedihan yang lain. Gue harus berpisah dengan Dian dan Naurielle dalam waktu yang tidak sebentar. Gue harus kuat. So gue betul perlu terus fokus, pria harus punya mimpi yang dikejar dan prinsip yang dipegang. Walaupun kadang kesedihan atas asa yang tidak kunjung terasa nyata ini suka kembali, begitu lah asam manis kehidupan. Semua ini demi hidup yang baik, begitu gue kutip lagu DragonBall.