Tuesday, January 24, 2023
Berkat #9
Thursday, December 1, 2022
Blessing #8
No Papi! Tidak, Papi Salah!
Wow! Those are the words Naurielle has been saying these days. Then she corrected me right away. First time i heard it, i was freezed for a moment. Knowing Naurielle understand how things supposed to be, how she corrects me.. she grows more than i can handle.
I am quite a talk-active with Naurielle, i've mentioned it so many times. I correct her when she was wrong, i try to explain with words she can understand. I know, that kid is a very good copy-cat of their parent. But this is just too far. I am totally grateful of what can she do.
She ain't just know what is right, but to correct is totally different thing. She knows what is wrong, what is proper and the encouragement to say it loud mean much to me. I always believe Naurielle will grow to be a happy person. I do everything for that.
I'm not pushing her to be success, smart or someone to be proud of with people. I always encourage her to understand what she does want, say it, pursue it and feel grateful for it. This little growth just shows me so and motivate me to do more for Naurielle is growing still.
Monday, November 28, 2022
Disappointment
I am a disappointed person. I am being disappointed so many times in my life. I always ask why? Am i too spoiled? I don't know.
But a disappointment always puts me in very bad mood and the worst part is sadness, it comes twice if person i trust disappointed me. I don't want to be this kind of person anymore. In exchange, i don't expect much things from people.. but it also turns back on me, i don't build connection with people. I restrict my relationship with other people.
I wish i could be grown enough to handle disappointment. But how could that be? I don't know how? Or even to understand the necessity of it.
Is my heart broken? Am i not healed enough? What pain from the past makes me today? I want to let it go. Sometimes "the pain" hurts people i care too. I don't know to whom i talk this things to. I might be feeling relieved when i pour it out in conversation, but in the end, i am just too good to define things with words, but expressing feelings.
Yeah like what i describe here, it explained well.. tho i know nothing bout it. The journey is just long still. Hope one day i can resolve this and my beloved family are still there too to witness it.
Monday, October 24, 2022
Berkat #7
Minggu, 15 Januari 2023.
Itu adalah hari pertama gue memulai Ausbildung. Entah kapan mimpi ke Jerman terbesit di pikiran gue, dulu Nyokap gue cuma menawari untuk kuliah di Belanda. Pencarian kampus gue untuk tawaran Nyokap itu, justru malah berakhir untuk gue ke Jerman. 2011 gue lulus SMK, sekitar itu lah pencarian gue dimulai. Sekitar itu lah bayangan berkarir di Jerman tertanam di benak gue. Sekilat apa pikiran itu muncul di otak gue, tiba - tiba berani punya pikiran untuk ke negeri yang tidak pernah gue ketahui seluk beluk nya. Tidak tahu.
Mimpi itu bukan semata menjadi khayalan siang bolong, konon katanya lebih mudah applying master dibanding bachelor di Jerman. Kualitas S1 Indonesia boleh bersaing dengan Jerman katanya. Gue putuskan ambil bachelor di Indonesia, Universitas Gunadarma. Top of mind waktu itu, punya kelas karyawan untuk gue yang harus bekerja demi membayar SPP nya. Karir di Indonesia gak pernah gue pikirkan begitu keras, hidup gue di Jerman bukan di Indonesia.. walaupun today gue punya pekerjaan yang cukup baik dengan prospek karir yang lumayan menjamin. Who knows!? Terlepas begitu, gue percaya bahwa gue adalah seorang profesional. Hasil kerja gue harus baik dan bagus, begitu lah gue mendapat kesempatan karir sampai sekarang.
Selesai kuliah, ekonomi gue membaik. Tidak ada lagi menabung untuk SPP, gue bisa daftar Deutschkurs di Goethe Institut dengan biaya yang hampir sama dengan SPP kuliah. Selesai sampai level A2 dan terputus di B1 awal. Mulai dari 2016 - 2017. Pekerjaan menuntut gue menghentikan itu, serangan siber brutal Wannacry lumayan menyita waktu after office gue. Semua terkubur begitu saja menjadi impian lagi.
Sepanjang itu pun Tuhan selalu mendekatkan gue dengan orang - orang yang mau pergi ke Jerman. Salah satu nya sepupu gue, tahun 2018 gue tau Lili daftar Ausbildung lewat agency, disusul adiknya Stefi. Gue yang sudah terdogma bahwa agent itu gak efektif dan sebetulnya bisa dilakukan sendiri, menyepelekan apa yang Lili lakukan. Gue juga sudah pernah mencoba daftar Ausbildung sendiri sebelumnya dan tentu gagal karena selalu dengan tuntutan berdomisili Jerman. Suka cita mengetahui berbagi mimpi dengan sepupu gue, menyemangati gue untuk berbagi ilmu Deutsch ke mereka.
Tahun berlalu karena gue fokus dengan pernikahan mulai 2018 sampai 2020. Di 2020 akhir tiba - tiba mendapat kabar yang sangat mengejutkan. Stefi berangkat ke Jerman. Yup! Agent Lili dulu ternyata bukan cuma karang - karang. Disusul Lili berangkat Januari 2021. Dafuq! Perasaan gue campur aduk antara suka cita dan kecemburuan. Diskusi panjang akhirnya Dian berhasil mendorong gue supaya mengikuti jejak mereka dan mengubah dogma yang gue percayai terhadap agency.
Merangkak, perlahan gue pelajari lagi A2 gue yang sudah mulai lupa. Mengejar B1 yang dulu sempat gue pelajari sedikit. November 2021 gue berhasil mendapatkan sertifikat B1, minus 1 modul. Februari 2022 lengkap semuanya. Lalu gue daftar di agent yang sama dengan Stefi dan Lili, tanpa pikir panjang, riset dan perbandingan dengan agent lain. Bulan berlalu, hampir berganti tahun.. gue yang mulai khawatir, kenapa memakan waktu begitu lama akhirnya terjawab.
Di awal tahun depan, Minggu, 15 Januari 2023.. Ausbildung itu dimulai, karir di Jerman dirintis. Beban nya akan berat, kehidupan layak harus disiapkan sebelum Ausbildung selesai untuk Dian dan Naurielle susul gue ke sana. Jauh sebelum itu, gue harus melepaskan pekerjaan gue di Indonesia. Memiliki karir yang bagus seperti pisau bermata dua, perusahaan gue sekarang betul sangat bergantung dengan tanggung jawab gue. Entah bagaimana cara nya melepaskan baik semua itu dengan ekspektasi yang tinggi terhadap gue. Oh Tuhan.
Monday, September 12, 2022
Berkat #6
Naurielle spesial, beberapa di antara nya adalah murni berkat Tuhan. Naurielle dulu adalah janin yang dinyatakan normal gugur nya oleh dokter obgyn senior di satu rsia yang cukup terkenal, tapi gue dan Dian menolak pernyataan itu. Bulan - bulan awal kehamilan, ancaman gugur selalu datang. Keringkihan bukan pada janin, bukan pula Dian. Kedua nya sama - sama bertahan baik di masa sulit.
Tidak selesai disitu, semester akhir masa kandung nya.. Dian diterpa covid19. Kami menghabiskan ratusan juta untuk itu, anti biotik harga jutaan sekali injeksi terpaksa kami beli. Di seluruh masa sulit itu kebaikan Tuhan mempertemukan kami dengan dr. Denny Khusen. Dokter yang baik, sangat baik! Perhatian dan pengertian.
Dr. Denny betul memerhatikan Dian, konsultasi di luar jam praktek dilakukannya.. artinya tidak dipungut biaya. Beberapa administrasi rumah sakit dipercepat dan dibantu nya, dengan hak otoritas nya sebagai kepala poli obgyn. Iya kepala poli obgyn, tapi tebak dimana pertama kali kami bertemu beliau? Dalam upaya kami mencari 4D USG, yang dokter obgyn Dian sebelumnya tidak menyanggupi. Kami mencoba satu klinik yang menumpang praktik di apotek. Beliau cuma praktek 1 hari seminggu disitu.
Dari yang awal nya kami kesulitan dalam menemukan dokter obgyn yang informatif dan perhatian, atas sulit nya kuartal awal kandungan Naurielle.. kami dibuat bosan oleh betapa informatif nya dr. Denny. Setiap bulan pemeriksaan begitu detail sampai informasi nya berulang dengan waktu periksa sesi sebelum nya.. tapi begitu lah beliau, perhatian nya terhadap edukasi kami sebagai orang tua benar - benar konsisten. Dr. Denny Khusen adalah jawaban gue atas setiap orang tua yang menanyakan dokter obgyn rekomendasi.
Rumah sakit tempat Naurielle lahir baru didirikan beberapa bulan sebelum kami bertemu dr. Denny. Naurielle adalah pasien pertama yang ditangani mereka. Kala itu kami gunakan fasilitas kelas 2, namun karena rs tersebut baru, kami menjadi satu - satu nya yang dilayani.. terlepas ada nya pasien “sakit” lain. Perhatian suster, bidan dan dokter cukup tinggi untuk Naurielle dan Dian, kamar juga hanya berisi kami saja. Fasilitas kelas 2 betul - betul terasa seperti vvip.
Sekarang Naurielle sudah hampir 2 tahun. Entah betapa banyak nya berkat yang hadir sampai hari ini. Naurielle sudah sekolah, berkat gue dicukupi untuk menyekolahkan di sekolah yang bagus. Naurielle cukup mendominasi kelas, murid nya juga cuma 3 sih hehe.. anyway dominasi yang gue maksud adalah, baik nya fokus Naurielle dalam mengikuti agenda kelas nya. Naurielle cukup aktif dan gue banyak mendukung itu. Gue yang introvert menjadi sangat bawel dalam berkomunikasi dengan Naurielle. Gue sendiri bahkan menahan komunikasi dengan Dian di tempat umum, deep talk cuma gue lakukan di restoran, kamar dan tempat eksklusif lain nya.
Limitasi itu hilang dengan Naurielle. Tinggi nya intensitas gue dalam membuka peluang Naurielle menjadi diri nya sendiri, membuat dia jadi pribadi yang sangat terbuka dan berani. Tak heran di sekolah dia lebih mudah beradaptasi. Tidak semata - mata karena Naurielle anak yang aktif dan bawel. Di lingkungan baru Naurielle cenderung menjadi observer dibanding explorer, ya peran gue sebagai Papi nya adalah menuntun nya beradaptasi. Guru Naurielle di sekolah selalu menggandeng dia, sebagai murid yang bisa menjalankan alur kelas di tengah anak yang masih berusaha beradaptasi.
Lagi - lagi Naurielle mendapatkan perhatian yang lebih dari guru nya. Kemarin adalah hari yang spesial untuk Naurielle, in some ways.. teman sekolah Naurielle tidak ada yang hadir, tidak ada anak trial class, tema warna hari itu adalah pink (warna favorit Naurielle). Kelas kemarin betul - betul spesial untuk Naurielle. Gue bersyukur bisa dan mampu menyekolahkan Naurielle. Gue akan bahas ini di artikel lain.
Sebulan lagi Naurielle ulang tahun, Rabu ini rencana nya gue akan mendapat kepastian interview untuk lanjut kerja di Jerman, seminggu kemudian gue akan dapat kontrak kerja lalu paralel mengurus visa. Gue akan berpisah dengan Naurielle 3 tahun ke depan, setahun sekali pastinya gue pulang. Hari - hari bersama Naurielle bisa gue lanjut ketika dia berumur 5 tahun. Doa gue, di tengah ketidakhadiran gue di hari - hari Naurielle, Tuhan tetap buat dia bahagia, sehat dan semakin pintar. Gue cukup pede Naurielle hari ini cukup kuat dengan didikan gue, entah 3 tahun ke depan dia seperti apa. Gue percaya Dian, di 2 tahun asuhan bersama, dia memahami jalan pikir gue.
Tuesday, August 9, 2022
Blessing #5
I got trusted by many of my colleagues and superiors. It is confirmed. I got few compliments by them too, even undirectly. They aren't something i can be proud of, they are all something i've made these past 9 years in my work. I am working not for pleasing people, i believe myself is a professional. People can trust me because i have good deeds, i am honest, i am listener, my work is confidently proven and i work to build my surroundings, not just me. I believe a better workplace, make a better me too.
When we work together, i can get my objectives done.. so i need to take my colleagues sympathy. I make them believe my work can improve their work better, more effective and efficient. Today i heard that my director gave me bigger role in the company. A business analyst. I feel really grateful about it.
Eventhough i feel bad for it too. I still don't know, when will i go to Germany. I still wait for my work contract for i make a visa appointment then returning my journey. Resigining from my work would be a very big turn in my life. I've been work there for a quite time; yeah i mentioned it before. I paid my college with sallary i earned there, i met my wife there, it helped me and my wife with our hospital bills and more.
I just turned 29. A third of my life, i spend it there. Above all, big moments happened that time too. I've been thinking for making something special before resigning. With all problems occured, i plan a design that maybe could solve some. I keep thinking how i design it good, even when i leave, it should work.
Thursday, July 28, 2022
Blessing #4
Each day, there are always new things Naurielle could share with, expression and character growth that i experience. The developments are obviously recognisable. It is true, being a parent really undescribable feelings. I am pretty sure it happens with every parent.
Something really brings me to feel this blessing as something very very special is her bond with me gets bolder and more. I love playing with Naurielle, cuddling and tickling her. All just to laugh together. When she laughs, i see through her eyes, i sense pure happiness.
I never seen such smile eyes before. One that so real. I want nothing from Naurielle but her happiness. I hope God make me wise enough to rise her and so i surrender Naurielle safety to God. For i will never be enough to keep her safe. Her heart and physical are just too special for me, a mere father. All i wish, God give me a life good enough that fulfill with Dian and Naurielle smile (or maybe plus another Naurielle's siblings lol)